BAB
III
TINJAUAN
KASUS
1.
Riwayat Keperawatan
a.
Riwayat kesehatan sekarang
1)
Keluhan utama:
Klien datang ke IGD
Puskesmas Kampar Kiri Hulu I pada hari Senin tanggal 23 Maret 2020 diantar oleh
keluarganya pada saat dikaji klien mengatakan kepala pusing dan sering
kesemutan pada bagian kaki, pandangan kabur. Kaki sering kesemutan terutama
saat setelah duduk bersila atau jongkok dalam waktu lama. Klien juga mengaku
terkadang tidak terasa sakit jika tersandung benda.
2) Kronologis keluhan
a.
Faktor pencetus :
Kaki
kesemutan, kepala pusing, pandangan kabur, berat badan menurun.
b.
Timbulnya keluhan :
Mendadak
c.
Lamanya :
Sudah 2 hari dari tanggal 21 Maret 2020
d.
Upaya mengatasi :
Minum
obat dari klinik/ yang dijual apotik dan istirahat yang cukup
b. Riwayat kesehatan masa lalu
1)
Riwayat penyakit:
Sebelumnya
Ny. H mengatakan 2 tahun yang lalu pernah dirawat dirumah sakit dengan penyakit
yang sama. Dan anak klien mengatakan terkadang klien lupa meminum obat
rutinnya.
2)
Riwayat alergi :
Klien
tidak memiliki riwayat alergi.
3)
Riwayat pemakaian obat : Klien
mendapatkan terapi dari klinik, metformin dan glimepirid.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Klien mengatakan di
dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit menular seperti TBC, Hepatitis
maupun penyakit keturunan hipertensi ataupun DM.
2. Riwayat Psikososial dan Spiritual
1) Adakah orang terdekat dengan klien :
Ny. H mengatakan bahwa orang yang paling
berarti bagi dirinya adalah suami serta anak-anaknya.
2) Interaksi dalam keluarga :
a) Pola komunikasi :
Klien memiliki hubungan yang baik dan harmonis dengan keluarga.
b) Pembuatan keputusan
: Klien mengatakan yang mengambil/ membuat keputusan selalu diserahkan kepada
suami.
c) Kegiatan
kemasyarakat : Klien berhubungan baik dengan orang lain yang ada disekitarnya.
3) Dampak penyakit klien terhadap
keluarga :
Klien mengatakan bahwa
keluarga memahami dengan penyakit yang dialaminya.
4) Masalah yang mempengaruhi klien :
Klien mengatakan sulit
beraktivitas apabila rasa lelah dan kaki tiba-tiba kesemutan.
5) Mekanisme koping :
Klien mengatakan apabila ada masalah
pasti didiskusikan dengan keluarganya dan saudara terdekatnya. Klien
menyelesaikan masalahnya dengan musyawarah. Klien terlihat cemas dan stress
akan penyakitnya.
6) Persepsi klien terhadap penyakitnya
a) Hal yang dipikirkan
saat ini : Klien berusaha untuk sembuh dan menerima keadaan dengan berpasrah
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b) Harapan setelah
menjalani perawatan : Klien mengatakan ingin sembuh dan bisa beraktivitas
seperti biasanya.
c) Perubahan yang
dirasakan setelah jatuh sakit : Klien merasakan lemas/ mudah kelelahan dan
tidak nafsu makan.
7) Sistem nilai kepercayaan :
a) Nilai-nilai yang
bertentangan dengan kesehatan : Klien mengatakan tidak ada pantangan dengan
masalah kesehatan selagi itu masih baik dan membuat dirinya sehat.
b) Aktivitas agama/
kepercayaan yang dilakukan : Klien menganut agama Islam dan beribadah setiap
hari dengan sholat 5 waktu.
8) Kondisi lingkungan rumah :
Klien mengatakan
lingkungan tempat tinggalnya bersih dan nyaman.
9) Pola kebiasaan
|
No |
Hal yang Dikaji |
Pola Kebiasaan |
|
|
Sebelum
Sakit |
Saat
dirumah sakit |
||
|
1 |
Pola
Nutrisi a.Jumlah/
Waktu b..Jenis
c.
Pantangan d.
Nafsu makan e.
Keluhan saat makan f. Diet |
a. Pagi : klien makan porsi sedang dengan nasi, sayur, lauk dan minum
air putih. b. Siang : klien makan sedang
dengan nasi, sayut, lauk dan minum air putih. c. Malam : klien makan sedang dengan nasi, sayut, lauk dan minum air
putih. a. Nasi : putih b. Lauk : ikan, tahu, tempe, daging c. Sayur : bayam d. Minum : air putih Tidak ada Baik Tidak
ada Masih mengonsumsi makanan dan
minuman dengan kadar gula tinggi |
a. Pagi : klien makan sesuai dengan diet yang diberikan. b. Siang : klien makan sesuai dengan diet yang diberikan. c. Malam : klien makan sesuai dengan diet yang diberikan. a. Nasi : bubur b. Lauk : ayam c. Sayur : sop d. Minum : air putih Rendah gula Menurun Mual muntah Makanan dan minuman rendah gula |
|
2. |
Pola
Eliminasi a.Jumlah/Waktu
b.
Warna c. Bau d.
Konsistensi |
a. Pagi
: BAB 1x/hari, BAK 2x/hari b.
Siang : BAK 2x/hari c. Malam : BAK 2x/hari a. BAB
: kuning b. BAK : Jernih a. BAB
: khas b. BAK
: khas BAB :
lembek |
a. Pagi
: belum BAB, belum BAK b. Siang : belum BAB, sudah BAK 1x c. Malam : belum BAB, sudah BAK 1x a. BAB : - b. BAK : kuning jernih a. BAB
: - b. BAK
: - - |
|
3 |
Pola
Personal hygiene a.
Frekuensi mencuci rambut b. Frekuensi mandi c.
Frekuensi gosok gigi d.
Warna rambut e. Bau f.
Konsistensi |
a. 2x/minggu b.
2x/hari c.
2x/hari d.
Putih beruban e. – f. Kusam |
a .
2x/minggu b.
2x/hari c.
2x/hari d.
Putih beruban e. – f. Kusam |
|
4 |
Pola
Istirahat Tidur a. Jumlah/waktu b. Gangguan tidur |
a. Pagi
: ± 1 jam b.
Siang : ± 1 jam c.
Malam ± 7 jam Tidak
mengalami gangguan tidur |
a. Pagi
: ± 2 jam b.
Siang : ± 2 jam c.
Malam ± 4 jam Klien
tidak bisa tidur karena muntahmuntah dan pusing. |
|
5 |
Pola
Aktivitas dan Latihan |
a.
Uraian kegiatan klien untuk mandi, makan, eliminasi, ganti pakaian dilakukan
secara mandiri, sebagian, atau total : Klien mampu melakukan akvitas seperti
makan, minum, mandi, berpakaian secara mandiri. b.
Melakukan latihan fisik 1x seminggu secara teratur dan tepat dengan prinsip
BBTT (Baik, Benar, Terukur dan Teratur) yang didapat dari Pos pembinaan
Terpadu (Posbindu PTM) |
Selama
dirawat di IGD Puskesmas, klien dibantu oleh keluarga. |
|
6 |
Kebiasaanyang
Mempengaruhi Kesehatan |
Tidak
ada |
Tidak
ada |
3. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan Tanda-tanda Vital :
1) Suhu : 37,5⁰ C
2)
Nadi : 88 x/m
3)
Pernafasan : 18 x/m
4)
Tekanan Darah : 180/80 mmHg
5)
CRT : 3 detik
6)
Antropometri :
a)
BB sebelum sakit = 62 kg
b)
BB saat ini = 58 kg
c)
TB = 168 cm
d)
IMT = BB/ (Tb(m2 )) = 58/2,82 = 20,5. Kategori IMT :
(1) Underweight = < 18,5
(2)
Normal = 18,5-24,9
(3) Overweight = > 25
e)
Interpretasi :
Berdasarkan
rumus IMT, klien termasuk kategori normal.
b.
Pemeriksaan Kepala,Wajah dan Leher
1)
Kepala
Bentuk : Bulat, kepala klien
simetris dan tidak ada benjolan.
Kulit
kepala : Kulit kepala
klien kurang bersih.
2)
Rambut
Penyebaran
rambut klien : Penyebaran rambut
klien merata.
Bau :
Rambut klien tidak bau.
Warna
rambut
: Warna hitam.
3)
Wajah
Struktur
wajah : Struktur
wajah klien bulat, tidak ada edema.
Warna
kulit : Warna
putih
4)
Mata
Kelengkapan dan kesimetrisan :
Klien memiliki mata yang lengkap dan simetris antara
kanan
dan kiri.
Konjungtiva
dan sklera : Terlihat
pucat.
Pupil : Bulat
konsentris dan berwarna hitam.
Cornea
dan iris
: Jernih dan gambaran kripti iris jelas.
5) Hidung
Tulang
hidung :
Terlihat simetris/ lurus.
Lubang
hidung : Simetris
kanan dan kiri.
Cuping
hidung : Tidak ada
pernafasan cuping hidung
6)
Telinga
Bentuk
telinga : Simetris
antara telinga kanan dan kiri.
Ukuran
telinga : Sama besar
antara telinga kanan dan kiri.
Lubang telinga : Bersih, tidak ada kotoran.
Ketajaman
pendengaran : Klien masih mampu mendengar
dengan baik.
7) Mulut dan faring
Keadaan
mukosa bibir : Warna
merah, tidak ada lesi.
Keadaan
gusi dan gigi :
Tidak ada perandangan pada gusi dan ada caries pada gigi.
Keadaan
lidah :
Warna merah, tidak ada massa.
8)
Leher
Posisi trachea
: Trachea berada pada posisi yang simetris.
Thyroid
Thyroid :
Tidak ditemukan massa di daerah thyroid klien.
9)
Pemeriksaan integument
Kebersihan :
Kulit klien terlihat bersih.
Kehangatan
: Kulit klien terasa dingin.
Warna : Kulit
klien berwarna putih.
Turgor
: Turgor
kulit kembali sebelum 2 detik.
Kelembapan
: Kulit klien
tidak terlalu lembap.
Kelainan
pada kulit : Tidak ada
10)
Keluhan yang dirasakan klien terkait dengan pemeriksaan kepala, wajah, leher:
klien merasa pusing dan penglihatan terganggu.
c.
Pemeriksaan thoraks/ dada
1)
Inspeksi
a)
Bentuk thorak klien simetris
b)
Pernafasan : irama
pernafasan klien teratur dengan frekuensi tidak terlalu cepat
2) Palpasi :
pemeriksaan taktil/ vocal
Vermitus
: getaran antara kanan dan kiri sama.
3)
Perkusi : area paru sonor
4)
Auskultasi : suara nafas bersih
5)
Kelainan lain yang dirasakan klien terkait dengan pemeriksaan thoraks dan paru
yaitu klien merasa dadanya sesak ketika bernafas.
d.
Pemeriksaan Jantung
1)
Inspeksi : ictus
cordis-, pulsasi pada dinding thoraks-.
2) Palpasi : pada dinding thoraks teraba :
tidak teraba/ tidak terkaji
3)
Keluhan lain terkait dengan pemeriksaan jantung : tidak ada kelainan
e.
Pemeriksaan Abdomen
1)
Inspeksi
a)
Bentuk abdomen datar
b)
Masa atau benjolan -, kesimetrian +, bayangan pembuluh darah vena –
2)
Palpasi
a)
Hepar : perabaan lunak
b)
Lien : tidak terdapat nyeri
tekan dan tidak ada pembesaran
c)
Appendik : nyeri tekan -, nyeri lepas -,
nyeri menjalar kontralateral –
3) Auskultasi
: frekuensi peristaltik usus 15x/m
4)
Kelainan yang dirasakan pada saat pemeriksaan abdomen : tidak ada kelainan.
f. Pemeriksaan Genetalia : tidak dikaji
g.
Pemeriksaan Musculoskeletal (Ekstremitas)
1) Inspeksi
: otot antara sisi kanan dan kiri simetris, deformitas -, fraktur -, terpasang
gips –
2)
Palpasi : oedem --/--/-, uji kekuatan otot 5/5 5/5
h. Pemeriksaan Neurologis
1) Respon membuka mata spontan, respon verbal
5, respon motorik 6. Kesimpulan compos mentis
2) Memeriksa tanda-tanda rangsangan otak :
peningkatan suhu -, nyeri kepala - , kaku kuduk -, mual muntah +, kejang -,
penurunan kesadaran -.
i. Pemeriksan Laboratorium : Darah lengkap :
a)
Leukosit : 6,250 /µℓ,
b)
Hemoglobin : 13,6 gr%
c)
Gula darah sewaktu : 420 mg/dl. Kategori glukosa darah normal :Gula darah
sewaktu : 80 – 145 mg/dl
d)
Interpretasi : Pada hasil lab didapatkan nilai gula darah sewaktu tinggi dalam
batasan tidak normal yaitu 420 mg/dl.
j. Pemeriksaan Radiologi : tidak dilakukan
pemeriksaan radiologi.
k. Terapi yang telah Diberikan :
1)
Glibenclamid 5 mg,
2) Novaxicam 20 mg,
3)
Alvita (metamizole sodium 500 mg, B1, B6, B12)
l.
Data Fokus
1)
Data Subjektif
a) Ny. H mengatakan kepala pusing dan sering kesemutan pada bagian
kaki, jika tersandung benda terkadang tidak terasa sakit.
b) Ny. H mengatakan tidak nafsu makan ± 3
hari, berat badan turun.
c)
Ny. H mengatakan padangannya kabur/ terganggu.
d) Ny. H mengatakan memahami dan mengetahui
penyakit yang dideritanya.
2)
Data Objektif
a)
Ny. H tampak meringis dan lemas
b)
Ny. H tampak muntah-muntah
c)
Ny. H tampak gelisah
d)
Ny. H memahami dan mengetahui penyakit yang dideritanya.
e)
TTV : Suhu: 37,5⁰ C, Nadi: 88x/m, Pernafasan: 18x/m, TD: 180/80 mmHg, BB
sebelum sakit : 62kg, BB setelah sakit : 58kg
f)
Hasil laboratorium, GDS : 420mg/dl
g)
Terapi yang diberikan : Glibenclamid 5 mg, Novaxicam 20 mg, Alvita (metamizole
sodium 500 mg, B1, B6, B12)
4. Analisa Data
|
No |
Data |
Problem |
Etiologi |
|
1 |
Senin DS : a. Klien mengatakan nafsu makannya menurun b. Klien mengatakan lemas, mual
dan ingin muntah. DO : a. Klien terlihat lemas b. Berat badan menurun : BB sebelum sakit : 62 kg BB setelah sakit : 58 kg |
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh |
Faktor biologis atau ketidakmampuan mengabsorpsi makanan. |
|
2 |
Senin DS : a. Klien mengatakan
kepalanya pusing b. Klien mengatakan kesemutan pada kaki, jika tersandung benda
terkadang tidak terasa sakit. DO : a. Klien tampak lemas b. TTV: - TD: 180/80 mmHg – Suhu: 37,5⁰ C, - Nadi: 88x/m, - Pernafasan: 18x/m, c. GDS : 420 mg/dl |
Ketidakefektiifan perfusi jaringan perifer. |
Penurunan sirkulasi darah ke perifer. |
|
3 |
Senin DS : a. Klien mengatakan penglihatan terganggu. b. Pandangan kabur dan seperti berputar-putar. Risiko cedera Penurunan
sensori (tidak mampu melihat) c. Klien mengatakan gelisah DO : a. Padangan klien kabur b. Klien tampak gelisah |
Risiko cedera |
Penurunan sensori (tidak mampu melihat) |
5. Diagnosa Keperawatan
a. Ketidaks eimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan factorbiologismual muntah.
b. Ketidakefektifan
perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan sirkulasi darah ke
perifer.
c. Risiko
cedera berhubungan dengan penurunan sensori (tidak mampu melihat).
6.Intervensi keperawatan
|
no |
Diagnosa Keperawatan |
NOC(Nursing Outcome
Calssification) |
NIC(Nursing Income Calssification) |
|
1 |
Senin Ketidakseimbangan nutrisi : kurang
dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan faktor biologismual muntah. DS : a. Klien mengatakan nafsu makannya
menurun b. Klien mengatakan lemas, mual
dan muntah. DO : a. Klien terlihat lemas b. Berat badan menurun : - BB sebelum sakit : 62 kg - BB setelah sakit : 58 kg |
Setelah diberikan intervensi
selama 3 hari nutrisi kembali seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kriteria hasil : a. Klien dapat mecerna jumlah
kalori atau nutrisi yang tepat, b. Berat badan stabil atau adanya
penambahan : 0,5 - 1 kg c. Mendemontrasikan berat badan
stabil atau penambahan kearah rentang biasanya. d. Anjurkan klien untuk makan
dalam porsi sedikit tapi sering |
Nursing treatment : a. Tentukan program diet dan pola
makan klien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan klien. b. Berikan makanan cair yang mengandung zat
makanan rendah gula (nutrient) dan elektrolit dengan segera jika klien sudah
dapat mentoleransinya melalui oral, c. Timbang berat badan setiap hari
atau sesuai dengan indikasi, d. Porsi yang sedikit tapi sering
membantu menjaga pemasukan dan rangsangan mua muntah. Collaboration : Kolaborasi dengan ahli diet. |
|
2 |
Senin Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer
berhubungan dengan penurunan sirkulasi darah ke perifer. DS : a. Klien mengatakan kepalanya
pusing b. Klien mengatakan kesemutan pada
kaki, jika tersandung benda terkadang tidak terasa sakit. DO : a. Klien tampak lemas b. TTV : - TD: 180/80 mmHg – Suhu: 37⁰ C, - Nadi: 88x/m, - Pernafasan: 18x/m c. GDS : 420 mg/dl |
Setelah diberikan intervensi
selama 3 hari diharapkan klien tidak menunjukkan gangguan perfusi jaringan
perifer. Kriteria hasil : a. Observasi Tanda-tanda vital
dalam rentang normal - TD: 90/60 – 140-90 mmHg - Nadi: 60-100 x/m - RR: 16-24 x/m b. Observasi rangsangan pada kaki
- Kesemutan kaki hilang c. Observasi gula darah dalam
rentang normal : 80 – 145 mg/dl d. Ciptakan lingkungan nyaman e. Motivasi dan dukung klien untuk
menghilangkan stress f. Berikan terapi |
a. Monitor tekanan darah,
pernafasan, nadi, dan suhu dengan tepat. b. Sediakan tempat tidur
berketinggian rendah yang sesuai dan posisi nyaman c. Bantu klien dengan ambulasi,
sesuai kebutuhan. d. Monitor warna kulit, suhu dan
kelembaban. e. Monitor sianosis sentral dan
perifer. f. Kolaborasi dengan dokter tentang
pemberian terapi. g. Kolaborasi melakukan
pemeriksaan gula darah dengan menggunakan “finger stick”, h. Kolaborasi pemberian pengobatan
insulin |
|
3 |
Senin Risiko cedera berhubungan dengan
penurunan sensori (tidak mampu melihat). DS : a. Klien mengatakan penglihatan
terganggu. b. pandangan kabur dan seperti
berputar-putar. c. Klien mengatakan gelisah DO : a. Klien tampak lemas b. Padangan klien kabur c. Klien tampak gelisah |
Setelah diberikan intervensi
selama 3 hari diharapkan klien memperlihatkan upaya menghindari cedera
(jatuh) atau cedera (jatuh) tidak terjadi. Kriteria hasil : a. Observasi penglihatan klien b. Mengidentifikasi bahaya
lingkungan yang dapat meningkatkan kemungkinan cedera, c. Ciptakan lingkungan yang nyaman |
Kaji ulang adanya faktor-faktor
risiko jatuh pada klien. Nursing treatment : a. Mengetahui perkembangan
penglihatan klien b. Lakukan modifikasi lingkungan
agar lebih aman (memasang pinggiran tempat tidur, dll). |
7. Implementasi Keperawatan
|
no |
Hari |
Diagnosa Keperawatan |
Implementasi |
|
1 |
Senin |
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang
dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan faktor biologis mual muntah. |
a. Memonitor kalori dan asupan
makanan klien : mual muntah hilang. b. Memonitor kecenderungan terjadinya
kenaikan atau penurunan berat badan pada klien, c. Menentukan jumlah kalori dan jenis
nutrisi yang dibutuhkan oleh klien untuk memenuhi kebutuhan gizi d. Berkolaborasi dengan ahli diet. |
|
2 |
Senin |
Ketidakefektifan perfusi jaringan
perifer berhubungan denganpenurunan sirkulasi darah ke perifer. |
a. Memonitor TTV dan GDS b. Memposisikan klien dengan
posisi semifowler c. Memonitor rangsangan kaki d. Memonitor sianosis sentral dan
perifer e. Berkolaborasi dengan dokter
tentang pemberian obat terapi infus Ns 20 tpm/menit, injeksi metrinidasol,
injeksi antrain 100ml (IV), injeksi viccilin 250 mg (IV), apidra 8 unit (SC),
lantus 0-0-12, captopril 3x12,5mg |
|
3 |
Senin |
Risiko cedera berhubungan dengan
penurunan sensori (tidak mampu melihat). |
Mengkaji ulang adanya faktorfaktor
risiko jatuh pada klien. Nursing treatment : a. Observasi penglihatan klien b. Orientasikan untuk pemakaian
alat bantu penglihatan ex. Kacamata c. Bantu klien dalam ambulasi atau
perubahan posisi. d. Atur posisi klien dengan bed
yang rendah. e. Menjauhkan alat-alat yang dapat
menghalangi aktivitas klien. f. Ciptakan lingkungan yang
nyaman. |
8.Evaluasi keperawatan
|
No |
Hari |
Evaluasi |
|
1 |
Selasa, 24 Maret 2020 09.00 WIB |
S: a. Klien mengatakan tidak nafsu makan b. Klien mengatakan perut terasa mual dan ingin muntah O: a. Klien masih tampak lemas b. Klien makan ½ porsi c. BB klien masih 58 kg A: Ketidakseimbangan nutrisi belum
teratasi. P: a. Lanjutkan diet makan, dan pantau pemenuhan nutrisi klien. b. Beri makan dalam porsi kecil tapi sering c. Motivasi klien untuk menghabiskan makanannya d. Kolaborasi dengan ahli gizi
dalam pemberian diet DM (MB : 1700 Kal) |
|
2 |
Selasa |
S: a. Klien mengatakan badannya lemas, kepala masih pusing b. Klien mengatakan kesemutan kakinya berkurang O: a. Klien tampak lemas b. Kesadaran composmentis : GCS 4-5-6, CRT 3 detik c. TTV : 1) TD : 160/70 mmHg 2) Suhu : 37⁰ C 3)
Nadi : 80 x/m 4) RR : 18 x/m d. GDS : 201 mg/dl e. Kesemutan kaki berkurang A: Masalah teratasi Sebagian P: a. Lanjutkan intervensi b. Observasi tanda-tanda vital dan gula darah |
|
3 |
Selasa |
S: Klien mengatakan penglihatannya mulai membaik. O: a. Klien masih tampak gelisah b. Klien tidak cedera c. Klien tampak tenang dan nyaman A: Masalah teratasi sebagian P: a. Lanjutkan intervensi b. Beri lingkungan yang nyaman |
Good job bruder😂😂
BalasHapus